Rabu, 14 Januari 2026

PANTUN YUK

Jalan jalan ke pulau Maja 
Ketemu ikan ditepi rawa
Wahai kawan janganlah lup
Rajin rajinlah belajar agar lulus TKA

PANTUN NASEHAT

Jalan jalan ke pulau maja ketemu ikan ditepi rawa wahai kawan janganlah lupa rajin belajarrajin belajar akan lulus TKA

Selasa, 13 Januari 2026

PERJALANAN


PERJALANAN
( Yuyun Dwi Mulyani )

Heningnya malam terbalut dalam sunyi
Seorang pembawa Risalah, berjalan menuju Illahi
Dari Masjidil Haram menuju AlAqso nan suci
Menjemput anugrah untuk umat dari Illahi

AlBuroq membawamu wahai Nabi
Menembus langit bertemu Illahi Rabbi
Melampaui Sidhrotul Muntaha 
Menyaksikan kebesaran Allah yang Maha Kuasa

Perintah Sholat di anugrahkan
Sujud lima waktu kita laksanakan
Agar hati tenang dan tentram 
Pembeda kita pada kekafiran

Wahai kawan semua
Kita sebagai umatnya 
Laksanakan apa yang menjadi aturannya
Agar kelak syafaat sholat kan membawa kita pada JannahNYA


Jakarta, 14 Januari 2025

Jumat, 08 Agustus 2025

Kelas 6 A

Tahun ajaran 2025-2026 kali ini, aku mendapatkan amanat kembali untuk mengampu di kelas 6. Kali ini yang menjadi tanggung jawabku adalah anak anak kelas 6 A. 

Pada dasarnya setiap anak adalah ISTIMEWA, mereka punya kelebihan masinga masing. Aku percaya bahwa setiap anak yang dilahirkan adalah anak anak yang punya potensi, tinggal bagaimana kita menggali potensinya masing-masing. 

Aku berharap bahwa kelak anak anak ini dapat menjadi anak anak hebat sesuai dengan bakatnya masing masing.

Hari ini, aku meminta anak anak untuk membuat sebuah puisi dengan tema kemerdekaan atau tema kepahlawanan. Sebelumnya aku memberikan contoh pembuatan puisi dengan mengambil tokoh ayah sebagai pahlawan. Sebelumnya aku meminta salah satu siswa untuk menggambarkan sosok ayahnya, kemudian dari gambaran tersebut dapat dibuat sebuah puisi bebas yang kami beri judul : 

Ayah
Setiap pagi engkau selalu mengantarkanku
Kesekolah dengan mengendarai motormu
Tak kenal lelah dirimu
Ayahku..... Aku bangga padamu 

       Setiap pagi engkau pergi bekerja
       Tak kenal lelah untuk kami semua
       Lantunan doa selalu kami ucapkan untuknya
       Agar Allah senantiasa menjaga

By : kelas 6 A 

Kamis, 07 Agustus 2025

KENANGAN



KENANGAN 

Masih terbayang dibenakku, saat kau gendong aku dengan alas kaki seadanya, berjalan menapaki rel kereta, menuju kota berharap dapat berjumpa dengan mantri kesehatan. Tubuhku penuh dengan cacar atau entah apa namanya, akupun tak tahu, jijik orang jika melihat sekujur tubuhku, selain itu bau amis akan tercium jika terlalu dekat berada disekitarku. Bagimu aku tetaplah anakmu, tak peduli jijiknya orang melihatku, namun kau tetap merawatku, sendiri. Ya sendiri, karena ayahku telah pergi meninggalkan kami, aku yang saat itu baru berusia 4 tahun dan kakakku yang berusia 6 tahun harus menjadi yatim. Diusiaku yang baru 4 tahun kurang, tidak banyak memori yang tersimpan dikepalaku tentang ayahku. Satu satunya memori yang masih membekas sampai saat ini hanya ada satu. Ya hanya satu…

Waktu itu, kami berada di teras rumah, duduk di sebuah dipan.  Ayahku memetik buah pepaya yang berada di samping rumah. Ehmmm, buahnya mateng dipohon, sudah terbayang manisnya. Setelah memetik, disiapkan pisau dan piring untuk mengupas pepaya tersebut. Dikupasnya, lalu dipotong potong, namun aku perhatikan, ayahku makan buah pepaya itu bersama dengan bijinya. “ Yah, kok bijinya dimakan ?” kataku. “ Nanti kalau numbuh di perut gimana ? “ lanjutku dengan penuh rasa kuatir. Dengan santainya ayahku menjawab “ Ya gak apa apa. Nanti kalau numbuh kah, pohonnya ada dikepala jadi pas berbuah gampang metiknya “. Aku hanya bengong saja, sambil berkata :” Ooooooooo, gitu ya yah biar gampang nanti ngambil buahnya “. Ehmmmm anak umur empat tahun, gak ngerti aku kalau biji bijian yang kemakan, akan ikut dilumatkan di dalam lambung. Pikirku asyik juga nanti klo numbuh dikepala, kan gampang buat ambil buahnya.

Kembali keibuku, dengan kondisiku yang orang enggan untuk mendekat ibu tetap sabar merawatku, dibuatkan aku ramuan ntah itu ramuan apa, yang aku ingat hanya ibu memasak air kemudian di masukkan daun jeruk daun apa lagi aku lupa kemudian, di gunakan untuk memandikanku dengan ramuan itu. Sampai akhirnya Alhamdulillah akupun sembuh dari penyakit itu. Rasanya tak akan pernah bisa menggantikan apa yang telah ibu lakukan terhadapku.

Hingga akhirnya ibu menikah kembali,  Akupun akhirnya memiliki bapak pengganti. Bapakku bekerja di Jakarta, jadi mau tidak mau aku dan kakakku diboyong ke Ibukota juga. Babak baru kehidupanku dimulai di Jakarta. Tempat yang asing, belum pernah sekalipun aku datang kekota ini. Aku harus beradaptasi dengan situasi yang baru.
Selamat datang Jakarta. 


Lomba Menulis Pertamaku

by Rhalyne

saat itu, aku dipanggil untuk mengikuti sebuah lomba yang disebut dengan FLS3N, ada bermacam-macam jenis bidang lomba, seperti menyanyi solo, mendongeng, pantomim, menulis cerita, menggambar ekspresi, menari dan menganyam, jauh-jauh hari sebelum lomba kami melakukan latihan, yang melatih ku untuk menulis cerita adalah bu yuyun, dia membantu ku dengan penuh antusias, ia bersifat lemah lembut dan baik hati, ia melatih ku dengan segenap jiwa raga, dan tidak lupa untuk tetap memberi ku semangat. 

hari lomba pun tiba, aku memasuki ruangan lomba dengan langkah kecil, lalu duduk disamping seseorang yang sama sekali tidak ku kenal, mungkin kami kadang sering membuat percakapan dan saling menanyakan nama dan letak sekolah. 
aku sangat gugup, tetapi di balik pintu bu yuyun disana, menyemangati ku. 

lomba pun segera di mulai, aku mulai mengetik cerita dengan pelan-pelan, sekeliling pun mulai hening, fokus ku hanya tertuju kepada cerita ku, aku membawakan cerita yang berjudul "pesona wayang". cerita bagaimana aku bisa menyukai wayang berawal dari liburan di jogja. 

jam demi jam berlalu, cerita ku pun sudah selesai, aku mulai berjalan pelan pergi ke luar ruangan setelah mengemas komputer ke dalam tas, saat aku turun ke bawah untuk pergi ke lapangan, teman-teman ku yang mengikuti lomba menari sudah berkumpul disana, mereka memakai kostum yang sangat cantik dan elegan, sangat enak dipandang mata, aku mulai menanyakan bagaimana perasaan nya setelah tampil di panggung, mereka mulai menceritakan keseruannya selama mengikuti lomba menari, itu cukup keren, aku diperlihatkan sebuah video saat mereka sedang menari, gerakan nya terlihat lentur dan lincah.

IBUKU PAHLAWANKU ( RAFFA SEPTIAN )

Ibuku pahlawanku 

( Raffa Septian ) 
    Kelas 6 A 

Ibuku pahlawanku, ialah yang berjuang merawatku dari kecil hingga besar. 
Cinta kasihnya tanpa batas. 
Dia yang menjaga, merawat, dan melindungiku

Kadang ia memarahiku jika aku berbuat kesalahan, tetapi ia marah karena ia sayang terhadap kita. Dan ia marah karena ia tahu bahwa apa yang kita lakukan itu salah. Dan ia ingin kita menjadi anak yang lebih disiplin. 
Ialah yang paling berjasa, ia bagaikan cahaya yang menemani kita setiap saat. Tanpa ibu, kita tidak akan bisa hidup, karena tidak ada kasih sayang darinya. Kasihnya besar tidak tersaingi, dan tertandingi.